News
Orang yang telah meninggal dunia mengetahui orang yang memandikan hingga memasukannya ke liang kubur PDF Print E-mail
Written by Agus Suryanto   
Monday, 02 July 2012 02:28

http://ealahngonothox.files.wordpress.com/2010/09/bismillah-thuluth.jpg

Orang yang telah meninggal dunia mengetahui orang yang memandikan, mengkafani, membawa dan memasukkannya ke liang kubur

 

Syaikh ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata dalam kitab ar-Ruh, halaman 9-10,

“Telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa orang yang telah meninggal dunia itu memperhatikan orang-orang yang mengiringi jenazahnya ketika ia dimakamkan. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya, dari hadits Abdurrahman bin Syimasah Al-Mahri, ia berkata, ‘kami menjenguk Amr bin Al-Ash menjelang ia meninggal dunia, ia menangis lama dan mengarahkan wajahnya ke dinding, anaknya berkata, “Apa yang membuatmu menangis wahai ayahku, bukankah Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira tentang sesuatu? “. Amr bin Al-Ash menghadapkan wajahnya seraya berkata, “Apabila kau menguburku, maka timbunlah aku dengan tanah, kemudian berdirilah kamu disekitar makamku kira-kira sejauh kamu memotong hewan dan membagikan dagingnya, agar aku bias memperhatikan kamu dan agar aku dapat melihat apa yang dilakukan para utusan Tuhanku.” Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dunia memperhatikan kaum muslimin yang mengirinya ke kubur dan ia merasa senang dengan kehadiran mereka.”

 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam kitab Ahkam Tamanni Al-Maut, halaman 15,

“Sebuah hadits yang disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan lainnya, dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda :

‘Sesungguhnya orang yang meninggal dunia itu mengetahui siapa yang memandikannya, membawanya, mengkafaninya dan memasukkannya ke dalam liang kubur.’

Abu Nu’aim dan lainnya meriwayatkan dari Amr bin Dinar, ia berkata, ‘Setiap orang yang meninggal dunia, maka ruhnya di tangan malaikat maut, ia melihat ke jasadnya, bagaimana ia dimandikan, bagaimana ia dikafani dan bagaimana ia dibawa. Dikatakan kepadanya ketika ia berada diatas pembaringannya, “Dengarkanlah pujian orang banyak kepadamu.”

Ibnu Abi Ad-Dunia meriwayatkan makna yang sama dengan riwayat ini, ia meriwayatkan dari beberapa periwayat dari Tabi’in, dengan redaksi, ‘Ditangan malaikat’, tanpa ada tambahan lain.

 

Last Updated on Monday, 02 July 2012 02:34
 
Beberapa faktor untuk meraih ampunan ALLAH PDF Print E-mail
Written by Ustadz Imam Mustofa Mukhtar   
Thursday, 06 May 2010 12:21
   Untuk meraih ampunan allah ada dua hal yg harus diperhatikan:                                                  
   Yang pertama: Taubat.
Taubat memiliki beberapa syarat yg harus dipenuhi,yaitu pertama :Menyesal atas dosa yg pernah dilakukan.Kedua :Berhenti dari sesuatu yg bisa mendatangkan dosa.Ketiga:Berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa kembali.
   Yang kedua:Memaafkan orang lain.
 
Read more...
 
Untuk para pedagang PDF Print E-mail
Written by Ustadz Imam Mustofa Mukhtar   
Thursday, 06 May 2010 11:46
Pesan yangg penting ini disampaikan langsung oleh Rasul bagi umatnya para pedagang. Bahwa tidak ada satupun bagian dari lelompok umat ini yg tidak diberi peringatan oleh Rasulullah s.a.w.
 
Suatu hari seorang sahabat bernama  Rafiah berkata "Kami keluar bersama Rasulullah, dan bertemu dengan orang yangg sedang melakukan transaksi jual beli dipagi hari.
Beliau bersabda"Wahai para pedagang..."  Merekapun mengalihkan perhatianya pada rasululullah s.a.w.Lalu beliau melanjutkan "Sesungguhnya nanti dihari kiamat para pedagang akan dibangkitkan sebagai orang-orang yangg berdosa, kecuali  mereka yg bertakwa pada ALLAH, berbuat  baik dan yang jujur".
Abu hurairah berkata "Ya Rasulullah, siapakah orang yg paling mulia ?" Rasulullah s.a.w menjawab "Orang yg paling mulia adalah orang yg paling bertakwa kepada ALLAH...!"  (HR.Muslim)
 
Dimanakah orang-orang yang jujur berdagang dizaman ini...semoga ALLAH merahmati dan memberkahi dagangan mereka...Amien. 
Last Updated on Friday, 07 May 2010 15:57
 
Ampunan Allah PDF Print E-mail
Written by Ustadz Imam Mustofa Mukhtar   
Thursday, 06 May 2010 11:18

Pemberian maaf ALLAH pada hambanya didunia telah kita ketahui,tetapi adakah pemberian maaf ALLAH dihari akhirat nanti kpd hambanya..?

Ada seorang badui datang kpd rosul dan bertanya,"wahai rosul,siapakah yg akan memperhitungkan amal perbuatan kita kelak di hari kiamat nanti?'.

"ALLAH S.W.T..." jawab rasulullah.

"ALLAH sendiri yg akan menghisab,ataukah ada yg lain yg akan menggantikanya?". Tanya org badui itu."ALLAH sendiri yg akan memperhitungkannya". jawab rasulullah.

Mendengar jawaban dari rasul, orang badui itu tersenyum,lalu berkata,"Alhamdulillah...segala puji bagimu ya ALLAH". 

"Kenapa engkau tersenyum...?" tanya rasulullah penasaran."Ya rasulullah, sesungguhnya zat yg maha mulia jika menetapkan (sesuatu) dia akan memaafkan,jika (menghisab memperhitungkan,dia akan memberi toleransi".jawab orang badui tersebut.

Setelah mendengar pernyataan orang badui itu rasulullah berkata"Ia(org badui) sungguh mengerti ajaran agamanya...Ketahuilah,sungguh tidak ada yg lebih mulia dari ALLAH".

Ya allah...sesungguhnya engkaulah yg berkuasa atas diri kami...ampunilah dosa kami,maafkanlah kesalahan kami...sayangilah kami didunia dan diakhirat nanti.

 

Last Updated on Friday, 07 May 2010 15:58
 
Gallery Foto PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 22 December 2009 09:03
ImageImageImageImage
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3